Iklan

Zainuddin Yasin
Minggu 17 2023, September 17, 2023 WIB
Last Updated 2023-09-18T07:37:45Z
BeritaPendidikanSMP 1 Seririt

Mengintip Geliat SMP Negeri 1 Seririt Jadi Barometer SMP di Bali

Advertisement




Seririt ( Kabarnetizens.com ) : Pewarta ( Zainuddin Yasin)


Sejumlah daerah di Indonesia kini telah mengimplemetasikan kurikulum Merdeka Belajar. Apa positfnya penerapan kurikulum Merdeka Belajar? Kurikulum Merdeka Belajar sudah diimplementasikan pemerintah sejak tahun 2022 lalu kurikulum merdeka belajar adalah dengan bertujuan menyederhanakan kurikulum sebelumnya yang terkesan rumit dan tidak bisa memenuhi pencapaian kompetensi peserta didik.



Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar masih stagnan. Hal ini ditandai dengan surat keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum dan asesmen Pendidikan kemendikbudristek nomor 22/H/KR/ 2023 tentang Satuan Pendidkan Pelaksana Implementasi kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2023-2024 Disebutkan lebih dari 100 ribu sekolah telah mengimplementasikan sistim kurikulum Merdeka Belajar.



Menarik dan dicermati lebih jauh, penerapan kurikulum merdeka Belajar kini menjadi acuan dan wajib diterapkan di satuan pendidik. Sebut saja  SMP Negeri 1 Seririt, Buleleng Bali kini menjadi barometer sekolah tingkat SMP di Bali. Betapa tidak,  melalui tahap penyeleksian kompetensi kepala sekolah yang diadakan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan di angkatan pertama pada tahun 2021 lalu dengan peserta sebanyak 25.000 kepala sekolah.



 Sedangkan untuk jatah kepala sekolah tinggat SMP sebanyak 500 kepala SMP di seluruh Indonesia. Alhasilnya di kabupaten Buleleng terdapat 3 kepala sekolah yang berhak mengikuti kompetensi mengajar selama 10 hari dengan durasi waktu 74 jam melalui online.  3 kepala sekolah sebagai motor menggerak yang berhak mengikuti diklat adalah SMP Negeri 1 Seririt sebagai rengking 1, SMP Negeri 4 Sukasada dan ketiga adalah SMPN 3 Singaraja.


Disebut Nyoman Armaja, melalui proses seleksi tingkat nasional di kabupaten Buleleng terdapat 7 kepala sekolah SMP, namun karena  kuota melalui perengkingan sehingga hanya diikuti 3 sekolah dari Buleleng.  Menurutnya, proses seleksi  dan penjarngan ekstra  ketat, karena melalui beberapa tahapan, seperti  


Kepala SMP Negeri 1 Seririt,  Nyoman Armaja S.Pd, M.Pd, Jumat {15/9] di rungan kerjanya menyatakan,  Setelah mendapat sertifikat trainer of trainer atau sebagai sekolah penggerak di Bali   yang pertama kali menerapkan sistim kurikulum Merdeka Belajar. 


Menurut Nyoma Armaja, kurikulum Merdeka Belajar adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler  yang bergam. Di mana konten pembelajaran akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk memdalami konsep dan menguatkan kompetensi.


 Kembali dijelaskan pria asal Desa Kayu Putih ini, di sisi lain guru memiliki keleluasaan untuk memelih berbagai perangkat ajarnya sehingga dapat ditarik kesimpulan pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.


“ kurikulum Merdeka Belajar itu pada hakikatnya menyederhanakan pembelajaran. Tiap pengajar pasti sudah memahami krakter dan psikologi serta kemampuan anak didik masing-masing  Misalnya tiap anak didik lebih menyukai pelajaran matematika,  biologi, sejarah, olahraga,kesenian dan kebudayaan. Nah dari  beberapa  pilihan bagi peserta didik tersebut kita mulai menyeleksi  siswa yang berprestasi pada bidangnya, dan memberikan  pelayanan belajar lebih maksimal tidak ada unsur paksaan belajar, tutur Nyoman Armaja diplomatis 


Diakui, selama ini penerapan kurikulum k 13 misalnya, tenaga pendidik lebih banyak berkonsentrasi untuk mengajar anak didik sesuai dengan kompetensi, sedangkan di sisi lain misalnya kemampuan anak didik di masing-masing kelas tentu pasti ada yang menonjol di bidang tertentu. 


Kurikulum Merdeka Belajar ini menurutnya sangat bagus dan ideal karena berorientasi pada  pembelajaran dengan pola paradigma baru karena siswa menjadi output bukan lagi menjadi proses. Artinya sistim pendidikan lebih mengedepankan proses kebutuhan siswa secara individu bukan lagi klasika.


“bagimana menciptakan suasana aman, nyaman dan menyenangkan  bagi peserta didik baik di dalam ruangan kelas maupun di lingkungan sekolah.  Apakah sarana belajar sudah memenuhi standart  dan cara mengajar guru yang menyenangkan.” tandasnya  


Untuk membuktikan kepada sekolah lain dan menyandang predikat sertifikat trainer of trainer, kepala SMP Negeri 1 Seririt, Nyoman Armaja acap kali diundang di bebrapa sekolah di Bali untuk memberikan pelatihan tentang kurikulum Merdeka Belajar  (yasin_netizens)