Advertisement
![]() |
| Pilkel Serentak Ajang Pembuktian jelang Pemilu 2024 |
Buleleng (kabarnetizens.com) : Pewarta ( zainuddin Yasin)
Pesta demokrasi dalam hajatan pemilu 2024 tinggal beberpa bulan lagi. Dalam agenda KPU jadwal pemilu legislativ dan pilpres bersamaan pada 14 Februari 2024 nanti, artinya tercatat sejarah baru dalam perjalanan Republik Indonesia. Kaderisasi untuk pemenuhan kebutuhan regenerasi ke depan tampaknya mulai diperhitungkan.
Perhelatan pemilihan kepala desa serentak di kabupaten Buleleng menurut jadwal akan digelar pada (24/9) ini. sedikit 11 desa dari 7 kecamatan menggelar pilkel secara serentak. Sebarluaskan bantuan, iming-iming program instan, bantuan materi kepada masyarakat adalah menjadi bumbu politik dalam pertarungan adu gengsi.
Hajatan pilkel serentak dengan 11 desa di Kabupaten Buleleng dengan total TPS sebanyak 123. 11 desa yang menggelar pilkel serentak adalah, Desa Banyupoh, Desa Musi Desa Tukad Sumaga, Desa Pangkungparuk, Desa Dencarik, Desa Sidatapa, Desa Sepang Kelod, Desa Tukad Mungga, Desa Sangsit, Desa Sembiran dan Desa Bondalem.
Meskipun hanya 11 desa menggelar pilkel, namun kesiap siagan aparat gabungan ( TNI-Polri-Satpol PP) terus memantau kondusifitas antar massa pendukung calon perbekel yang akan bertarung pada 24 September ini.
Salah satu Calon Perbekel Desa Tukad Sumaga, Ketut Artaya memilih untuk tidak melakukan gerakan mobilisasi massa hingga bantuan materi kepada masyarakat luas. Ia hanya memilih bergaul seperti masyarakat biasa. Meskipun dirinya saat ini masih berstatus kepala dusun namun ia memilih membantu istrinya untuk berjualan.
“saya saat ini masih berstatus sebagai kepala dusun. Mengabdikan diri sebagai kepala dusun saja saya sudah merasa nyaman dan bersyukur karena berada ditengah masyarakat seputaran dusun. Awalnya berjalan biasa saya, namun ada dorongan masyarakat untuk mengabdikan diri ke desa sehingga mmenjadi pertimbangan khusus untukmaju pilkel nanti, ujar calon perbekel Tukad Sumaga ini
Untuk diketahui, 2 kandidat calon perbekel Desa Tukad Sumaga, yakni Ketut Artaya, yang saat ini masih menjabat kepala Dusun, sedangkan, kandidat yang satu lagi adalah Anak Agung Sriwati, istri Wayan Parwa yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Buleleng dari fraksi PDIP.
Kembali menurut Ketut Artaya, pilkel adalah hajatan demokrasi tingkat desa yang rasa memiliki cukup tinggi. Jumlah pemilih atau daftar Pemilih tetap 5400 dari 9 dusun yang ada. “kesadaran dan animo masyarakat untuk gerakan memilih cukup signifikan. Kita berharap kondisi aman dan berjalan dengan tertib,”
Artaya berjanji jika dirinya diberikan amanat oleh warga Desa Tukad Sumaga sebagai orang nomor wahid di desanya ia tidak berjumawa di saat terpilih. Ia lebih fukus membangun komunikasi dengan warga tentang kebutuhan desa. Saat ini kata pria berpostur tegar ini desa Tukad Sumaga memiliki 2 anggota dewan di DPRD Buleleng sudah terjalin dengan baik agar aspirasi warga ke depan tetap dipertahankan
“ Desa Tukad Sumaga yang memiliki lahan pertanian yang lumayan luas, sistim ketahan pangan terus kita upayakan.Yang menjadi kendala adalah persedian sumber air. Di samping itu perluasan dan peningkatan air pam desa menjadi kendala. Apalagi saat memasuki musim kemarau,” ujar Artaya (yasin_netizens)

.png)