Advertisement
Buleleng ( kabarnetizens.com ) : Pewarta (Zainudin Yasin)
Sedikitnya 283 keluarga yang termasuk miskin ekstrem di Buleleng, menerima bantuan bedah rumah tidak layak huni (RTLH). Program bantuan bedah rumah yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dengan Kodim 1609/Buleleng ini akan tuntas pada tanggal (18/12/2023).
Peletakan batu pertama dilakukan pada rumah salah satu penerima bantuan yaitu Putu Sukrawan dari Banjar Dinas Kelodan, Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Selasa (19/9).
Dandim 1609/Buleleng Letkol Kav Angga Nurdyana mengatakan, pihaknya bersama Pemerintah Daerah mendapatkan instruksi dari Presiden untuk mengentaskan angka kemiskinan ekstrim hingga nol persen pada 2024 mendatang.
Tercatat rumah tidak layak huni yang ada di Buleleng mencapai 349 unit. Namun di tahun ini yang dapat diperbaiki baru sebanyak 283 unit. Dengan rincian lima unit di Kecamatan Buleleng, 20 unit di Kecamatan Kubutambahan, 50 unit di Kecamatan Seririt, tujuh unit di Kecamatan Tejakula, 62 unit di Kecamatan Sukasada, 100 unit di Kecamatan Banjar, 14 unit di Kecamatan Busungbiu, serta dua unit di Kecamatan Sawan.
Ratusan rumah tersebut rata-rata berdinding gedek dan berlantai tanah. Rumah tersebut akan diperbaiki sesuai spek yang diberikan oleh Dinas PUTR, dengan luas bangunan 4,5x5 meter, memiliki ruang utama, WC dan dapur.
“Perbaikan menghabiskan anggaran Rp 20 juta per unit. Perbaikan akan dilakukan secara gotong royong bersama aparat TNI dan masyarakat. Sementara dana yang digunakan bersumber dari APBD Buleleng serta CSR dari beberapa perusahaan”kata Letkol Kav Angga
Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Harfendi mengatakan, kegiatan ini merupakan kolaborasi yang bagus antara Pemkab Buleleng, Kodim 1609/Buleleng, masyarakat, perusahaan daerah maupun swasta. Ini sesuai dengan tugas TNI yang kedelapan yaitu membantu tugas pemerintah di daerah.
“Keberadaan TNI khususnya TNI AD dimanapun harus membawa efek kepada masyarakat. Utamanya mengatasi kesulitan yang dialami,” ungkapnya
Harfendi menambahkan, ada sebanyak 40 prajurit TNI dari Kodim 1609/Buleleng yang akan dikerahkan untuk membantu memperbaiki rumah tak layak huni ini. Untuk tahun ini hanya 283 unit rumah yang dapat diperbaiki, sementara sisanya lagi 66 unit akan dikerjakan pada 2024 mendatang.
"Di kabupaten lain juga ada program untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrim, namun bentuknya berbeda. Ada yang kami bantu dengan membangun pompa air serta membuka lahan pertanian untuk masyarakat”ucapnya
Sementara Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengatakan, dalam memerangi kemiskinan ekstrim harus dilakukan dengan berkolaborasi bersama sejumlah pihak. Di Buleleng tercatat ada 349 KK yang tergolong miskin ekstrim, dengan pendapatan per bulan Rp 356 ribu. Lihadnyana mempunyai target Buleleng menjadi daerah pertama yang mampu mengentaskan kemiskinan ekstrim ini.
"Tahun ini kemiskinan ekstrim harus bisa dituntaskan. Kalau bisa Buleleng menjadi daerah pertama yang bisa menuntaskan. Kami juga harus menurunkan angka stunting dan mengendalikan inflasi agar harga tidak bebas naik," pungkasnya.(Yasin_netisens)




.png)