Iklan

Zainuddin Yasin
Senin 02 2023, Januari 02, 2023 WIB
Last Updated 2023-01-02T16:19:38Z
BeritaBulelengPeristiwaPolsek Sawan

Ditemukan sosok Mayat di Pematang Sawah Keluarga Menolak Otipsi

Advertisement

KABARNETIZEN |   Buleleng - Warga Desa Suwug Kecamatan Sawan, Senin ( 2/1) sekitar pukul 17.30 wita digegerkan  setelah  ditemukan sosok mayat seorang  pria separuh baya di pematang sawah, tepatnya di Dusun Kelodan  Uma Desa, Desa Suwug.  Saat divekuasi teridentifikasi korban bernama Made Somerawa (55) dalam kondisi kaku.


Keberadaan korban Somerawa meninggal dunia itu diketahui pertama kali oleh Ketut Sariada (46) dalam keadaan tertelungkup, mengenakan kaos abu dengan celana training biru.  Sariada panik saat mengetahui tubuh korban telah kaku dan meninggal dunia.


“Bermula pada saat siang hari korban berpamitan kepada keluarganya untuk berangkat menyabit rumput di TKP sekitar jam 13.00 wita. Sampai pada keberadaan korban yang ditemukan saksi Sariada pada jam 17.15 wita sudah dalam keadaan terbujur kaku di pematang sawah yang ada di TKP,” ungkap Kapolsek Sawan, AKP. Dewa Putu Sudiasa, S.IP.


Kapolsek Dewa Sudiasa mengatakan, upaya evakuasi dan penanganan secara medis terhadap dilakukan Polsek Sawan bersama Tim Media Puskesmas I, namun tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban setelah diperiksa oleh dr. Ari Pramita.


“Hasil medis untuk sementara menyebutkan, korban sudah dalam keadaan meninggal diperkirakan kurang lebih 3 jam saat dilakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan adanya luka, memar, ataupun terbakar. Demikian juga kondisi pakaian korban saat ditemukan masih dalam keadaan utuh, dimana apabila sesuai dugaan korban tersambar petir kondisi pakaianya mestinya ada  robek atau terbakar,” beber Dewa Sudiasa.


Berdasarkan hasil pemeriksaan secara medis dan hasil olah TKP yang dilakukan, korban Somerawa diduga meninggal dunia akibat kelelahan dan faktor usia, bahkan dari pihak keluarga menyatakan bahwa korban tidak memiliki riwayat penyakit.


Dalam proses penanganan yang dilakukan polisi, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi maupun penanganan lanjutan musibah tersebut. pihak keluarga sendiri telah menerima dengan ikhlas dan mengganggap peristiwa itu sebagai musibah, hingga kemudian dikuatkan dengan membuat surat pernyataan dari pihak keluarga.(red)