Iklan

Zainuddin Yasin
Rabu 11 2023, Januari 11, 2023 WIB
Last Updated 2023-01-11T11:41:14Z
BeritaHukrimPolsek SeriritTerkini

Aksi 2 pemuda saling adu gulat di Jalan Raya Seririt Gilimanuk di malam Hari

Advertisement

KABARNETIZEN |  Buleleng - Ada ada saja Ulah pemuda di Buleleng memang aneh dan bertindak  berlebihan. Tidak saling kenal dan tidak mempunyai masalah tetapi malah saling gulat


Kedua pemuda itu adalah Gede Prayuda, 22, yang berasal dari Banjar Dinas Laba Nangga, Desa Pangkung Paruk, Seririt, dan Komang Sugibal Tahta Anugrah, 20, yang beralamat di Banjar Dinas Kalanganyar, Desa Banjarasem, Seririt.


Ceritanya cukup unik dan  lucu. Kapolsek Seririt Kompol Made Suwandra, S.H, dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa kedua pemuda itu tidak saling kenal, dan ketika berpapasan di jalan tepatnya di tikungan pertama setelah Setra Kalanganyar yang ada di Banjar Dinas Kalanganyar, Desa Banjar Asem, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali.


Tiba-tiba saling tandang akhirnya terjadi perkelahian. Kejadian itu terjadi Sabtu (7/1/2023) malam sekitar pukul 24.00 wita. “Keduanya saling tendang dan saling gulat,” cerita Kapolsek Suwandra.


Dikatakan Kapolsek Suwandra, salah satu pemuda yang merasa menjadi korban melaporkan peristiwa tersebut kepdanya sehingga ia menyampaikan kepada Bhabinkamtibmas Desa Banjarasem dan Bhabinkamtibmas Desa Pangkungparuk untuk bersama-sama dengan unsur yang ada dalam forum Sipandu beradat melakukan pertemuan di Polsek Seririt.


“Akhirnya pada hari Senin tanggal 9 Januari 2023 pukul 13.00 wita kedua pemuda yang berkelahi tersebut dipertemukan di Polsek Seririt dengan menghadirkan komponen yang ada dalam forum sipandu beradat untuk mengetahui peristiwa yang sebenarnya dan juga untuk mencari penyelesaian yang terbaik bagi kedua belah pihak,” jelasnya.


Diceritakan, awalnya kedua belah pihak menceritakan kejadian sesuai dengan versinya masing-masing. Pihak Gede Prayuda menyampaikan dirinya ditendang Komang Sugibal saat terjatuh dari motor.


Sedangkan Komang Sugibal menyampaikan saat ada keributan kakeknya ditendang Gede Prayuda sehingga dengan seketika Komang Sugibal menendang Gede Prayuda.


Setelah mendengar penjelasan kedua belah pihak, kemudian diberikan pemahaman yang akhirnya kedua belah pihak sama-sama mengakui kesalahannya dan saling meminta maaf.


Komang Sugita Tahta Anugrah memberikan biaya pengobatan sebesar Rp. 200.000 kepada pihak Gede Prayuda, kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam surat kesepakatan perdamaian tertanggal 9 Januari 2023.


“Akhirnya kedua belah pihak permasalahannya dapat diselesaikan melalui forum Sipandu Beradat Desa Banjarasem Kecamatan Seririt,” ucap Kapolsek Suwandra.(red)