Iklan

Kamis 04 2025, Desember 04, 2025 WIB
Last Updated 2025-12-04T08:06:58Z
BeritaBerita BulelengBerita daerah

Kondisi Patung Panji Landung Terbengkalai, Pemkab Buleleng Dinilai Abaikan Warisan Sejarah

Advertisement

 


Singaraja - Patung Panji Landung setinggi 6,6 meter, yang berlokasi di shortcut titik 5 Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, menjadi sorotan publik. Patung megah yang menampilkan Ki Barak Panji Sakti/Ida Betara Anglurah Panji Sakti menunjuk ke arah Utara Buleleng ini, terlihat kurang terawat dan kotor sejak dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi Bali.


Kondisi terbengkalainya patung ini diangkat ke media sosial oleh seorang pembuat konten pada Senin (1/12/2025). "Bagaimana mungkin Buleleng tidak mampu menjaga situs seindah dan seramai ini? Mohon perhatian dari Bapak Bupati dan jajaran pemerintahan Buleleng," ujar Wayan Sumerta Yasa dalam unggahannya.


Sejak diresmikan dan diserahterimakan oleh Pemerintah Provinsi Bali pada Senin, 20 Februari 2023, lokasi patung ini jarang dikunjungi oleh pejabat Pemkab Buleleng. Meskipun sering melintas, mereka enggan mampir dan lebih sering terlihat mengunjungi menara kaca di sisi selatan patung Ki Barak Panji Sakti.


Ida Betara Anglurah Panji Sakti adalah raja termasyhur yang kekuasaannya membentang hingga Blambangan, Jawa Timur. Patung ini didirikan sebagai monumen untuk mengenang sejarah Buleleng, mengingatkan bahwa wilayah ini pernah dipimpin oleh seorang raja yang sangat dihormati. Sosok Panji Landung pada patung ini digambarkan dengan fisik yang besar dan kekar, melampaui ukuran manusia biasa, melambangkan kejayaan Buleleng di masa lampau.


Manggala Utama Pasemetonan Puri Buleleng, A.A Wiranata Kusuma, ketika dimintai keterangan pada Rabu (3/12/2025), menyampaikan kekecewaannya terhadap Pemkab Buleleng yang dinilai kurang memperhatikan dan merawat monumen penting ini. "Kami sangat berterima kasih kepada Gubernur Bali yang telah merealisasikan pembangunan monumen Panji Landung/Panji Sakti di Desa Pegayaman, atas usulan Bupati Agus Suradnyana kala itu," jelas A.A Wiranata Kusuma.


Mantan Kabag Ops Polres Buleleng yang kini menjabat Ketua Manggala di Puri Buleleng ini menambahkan bahwa pihak provinsi telah berkoordinasi dengan Puri Buleleng mengenai desain dan bentuk patung sebelum pembangunan. "Kami dari puri memberikan gambaran seperti yang telah berdiri saat ini. Namun, setelah diresmikan dan dipasupati, patung ini sudah lebih dari dua tahun belum mendapatkan perawatan yang layak, baik secara fisik maupun spiritual," paparnya."


Oleh karena itu, kami berharap Gubernur Bali dan Bupati Buleleng dapat segera berkomunikasi, meskipun di tengah berbagai persoalan yang sedang dihadapi. Ini penting agar tidak menimbulkan dampak negatif di kemudian hari, apalagi saat ini Buleleng memiliki potensi kekayaan baru seperti penemuan sumber minyak di wilayah Gerokgak, yang mungkin berkat restu Ki Barak Panji Sakti. Mari kita teruskan bakti kepada beliau Ki Barak Panji Sakti," tegas A.A Wiranata Kusuma.


Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menanggapi kondisi Patung Panji Landung yang menampilkan Ki Barak Panji Sakti. Ia menyatakan, "Sudah dibersihkan langsung oleh pihak Kabupaten Buleleng kemarin."