Iklan

Redaksi Media
Minggu 14 2025, Desember 14, 2025 WIB
Last Updated 2025-12-14T05:19:08Z
BeritaDesa Adat BanjarHukrim

Datangi Polsek, Sampaikan Kisrus Proses Tahapan Ngadegang Calon Bendesa Desa Adat Banjar Buleleng

Advertisement


Singaraja- Dinamika kembali terjadi dalam tubuh Birokrasi Desa Adat di Buleleng, Kali ini Tiga calon Bendesa Adat Banjar/Buleleng, Bali mendatangi wantilan Pura Puseh Desa Adat Banjar 13 Desember 2025  menuntut panitia pemilihan untuk melanjutkan proses tahapan Ngadegang Bendesa Adat  bakal gantikan kepemimpinan Ida Bagus Kosala yang masa baktinya pada 3 Januari 2026 telah berakhir. 


Ketiga calon Bendesa Adat diantaranya 1),Ida Bagus Putu Putra dari calon Dusun Munduk, 2),Komang Supastika ,S.H,. 3), Ida Bagus Kade Rai Suryadarma, S.T. 4) I Gusti Ketut Suartana,Amd, yang didampingi masing-masing Ulu Dadya (kelian dadya) mendatangi wantilan Desa Adat setempat sembari menunggu panitia namun enggan panitia datang. 


Dari Tahapan-tahapan pemilihan Bendesa Adat diduga banyak dipenuhi muatan "politik" untuk menggagalkan calon Komang Supastika ,S.H, dan Ida Bagus Kade Rai Suryadarma, S.T. Kedua calon ini dinilai sangat kuat untuk melawan Ida Bagus Putu Putra ipar dari Kades Banjar. 


Menurut Komang Supastika sangat menghormati segala keputusan panitia untuk mencari calon pemimpin Bendesa.



 “Kami sangat menghormati dan tunduk kepada aturan  yang dibuat oleh panitia, tujuan kita hari ini karena panitia memberikan surat kepada para calon maka kami balas surat dengan kesepakatan bersama, dan kami para calon tidak ada masalah hanya panitia seakan memperkeruh suasana akibat ada dugaan muatan politik yang dilakukan oknum-oknum yang memiliki kepentingan bahkan di dramatisir atau diada adakan. Mari saling rangkul bukan saling pukul,”kata Komang Supastika


Dari empat Ida Bagus Putu Putra dari calon Banjar Adat  Munduk enggan hadir bersama dan sempat menyatakan sikap keberatan terhadap pesaingnya yang dianggap merangkap jabatan, namun telah membuat kesepakatan bersama secara tertulis yang telah ditembuskan ke Bendesa Adat, Kertha Desa, MDA Kecamatan, Kapolsek serta Danramil Banjar . 


Ketidak hadiran ketua panitia ke wantilan Pura Desa diduga adat tekanan politik sehingga terjadi kekeliruan penjadwalan Ngadegang Bendesa yang dibuat, tanggal (13/12) panitia berencana musyarawah dan menetapkan Bendesa namun ada pertimbangan dari Kertha Desa karena waktu diambil sangat singkat. 


Ketiga calon setalah dari wantilan menuju rumah Bendesa lama Ida Kosala sembari membawa surat kesepakatan. Kata Bendesa proses terjadi kesalahan pada panitia, sehingga ketua panitia  Gusti  Ketut Widia ditemui dan menyatakan sikap siap melaksanakan perintah sesuai aturan Ngadegang Bendesa.  


Ketidak nyamanan terjadi ini, ketiga calon kemudian mendatangi Polsek Banjar dan diterima Kapolsek sembari menyampaikan permasalahan proses Ngadegang yang dinilai ada penyimpangan aturan yang dibuat


Menurut salah satu anggota Kertha Desa sekaligus anggota DPRD Bali Mangku Merta Yasa yang hadir pada rapat (12/12) bukan menggagalkan proses tahapan akan tetapi tujuan menghindari gugatan mana kala proses tersebut belum benar dilakukan panitia.


 “Hari ini keempat calon sudah menyepakati dan tanggal (14/12) mereka akan dipanggil dihadapan panitia dan membuat faktaintegritas dan siap untuk berkompetisi dan nanti pemilihan selanjutnya kita akan jadwalkan melalui musyawarah mufakat antar calon. Kami dari Kertha Desa tidak bermaksud menunda-nunda proses pemilihan calon prosesya dulu di penuhi dan dalam proses Ngadegang ada berita acara nanti itu akan menjadi acuan untuk menentukan Bendesa,”kata Mangku Mertayasa.

Editor: DS