Iklan

Minggu 30 2025, November 30, 2025 WIB
Last Updated 2025-11-30T01:10:13Z
BeritaBerita BulelengBerita daerah

Distan Buleleng Perkuat Pengembangan Budidaya Kopi Lemukih

Advertisement

 

Perkebunan Kopi Lemukih kini menjadi salah satu komoditas unggulan di Buleleng. Selain menawarkan rasa khas, Kopi Lemukih saat ini sedang dalam proses mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG).


Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan petani dari krama subak Kopi Lemukih berkomitmen menjaga kualitas Kopi Lemukih secara menyeluruh, mulai dari cita rasa, metode budidaya, hingga kondisi lingkungan tumbuh, untuk mendapatkan pengakuan resmi yang menegaskan kualitas kopi ini di tingkat nasional.


Keberhasilan Kopi Lemukih tidak lepas dari dukungan dan pendampingan berkelanjutan yang diberikan oleh Dinas Pertanian Buleleng.


Atas izin Kepala Dinas Pertanian, Kabid Perkebunan Made Agus Adnyana, SP., M.Si., dijelaskan Jumat (28/11) bahwa pemerintah daerah terus memperkuat seluruh proses produksi, mulai dari hulu sampai hilir, agar kualitas dan nilai tambah kopi dapat terjaga.


Untuk budidaya, Dinas Pertanian telah menyiapkan 10.000 bibit kopi unggulan di BPP Kecamatan Busungbiu. Bibit ini secara bertahap didistribusikan kepada petani guna memastikan regenerasi tanaman dan meningkatkan hasil panen.


Petani juga secara rutin menerima pendampingan teknis intensif melalui penyuluhan lapangan oleh petugas PPL Desa Lemukih. Pendampingan tersebut fokus pada praktik pemangkasan, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dan pemupukan yang sesuai standar budidaya kopi berkualitas.


Selain menguatkan budidaya, pemerintah juga fokus pada pengembangan hilirisasi. Pada tahun 2015, Dinas Pertanian memberikan bantuan mesin sangrai kepada KWT Galih Sari sebagai langkah awal dalam mengolah hasil panen Kopi Lemukih.


“Dari penyediaan bibit, pendampingan budidaya, hingga fasilitas alat pengolahan, semua dirancang agar petani merasakan langsung manfaat nilai tambah. Bahkan, kami juga memfasilitasi akses modal sebelum panen dan menjalin kerja sama dengan PD Swatantra Buleleng serta BPD Bali untuk penyerapan hasil panen,” jelas Made Agus.


Dengan strategi yang terencana dan pendampingan terus-menerus dari Dinas Pertanian Buleleng, Desa Lemukih kini semakin dikenal bukan hanya sebagai desa wisata, tetapi juga babak baru sebagai pusat Kopi Robusta unggulan di Bali.


Kopi Lemukih bukan hanya produk bernilai ekonomi tapi juga simbol identitas daerah yang makin kuat dan terlindungi. Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap ini akan membuka pasar yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di Desa Lemukih.