Advertisement
Petugas pasar Klungkung himbau pemilahan sampah
SEMARAPURA, KABARNETIZENS.COM
Pengelolaan sampah pasar seringkali sangat pelik, penanganannya membutuhkan pendekatan lebih terintegrasi antara pedagang, pengelola pasar dan pihak swasta.
Pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Kabupaten Klungkung misalnya, merangkul pihak pengepul sampah plastik untuk penanganan sampah non organik. Selama ini UPT Pasar sudah menjalin kerjasama dengan satu pengepul,namun karena produksi sampah meningkat tajam, UPT Pasar kini kembali menjajaki dua pengepul.
Menurut Kepala UPT Pasar Komang Sugianta, dua pengepul ini sudah menyatakan siap menjalin kerjasama untuk penanganan sampah plastik. Terkait sistem kerjasamanya, pihak pengelola pasar mendistribusikan sampah plastik ke pengepul, sedangkan pihak pengepul berkewajiban membayar atau membeli sampah tersebut.
Bagi Komang Sugianta,pihaknya tidak saklek mematok harga sampah plastik per kilonya, yang ia inginkan bagaimana sampah plastik bisa tertangani.
“Setelah melakukan penjajakan,sudah ada dua pengepul yang menyatakan siap bekerjasama,” kata Sugianta dikonfirmasi Selasa (25/2/2025).
Ia juga menyampaikan, terkait sampah organik sebagian dikelola di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Gema Santi dan sebagian ada warga yang meminta untuk pupuk.
Guna mendukung agar penanganan sampah pasar lebih efektif, ia mengeluarkan himbauan kepada pedagang, dimana himbauan itu berisi sejumlah point seperti pedagang diminta melakukan pemilahan sampah dari sumber yaitu sampah areal los dan kios dan pelataran.
Sampah yang sudah terpilah diletakkan/ditempatkan dengan baik di depan kios /los dan areal pelataran masing-masing. Pedagang dilarang membawa sampah rumah tangga atau dari luar pasar dibuang di dalam pasar.
Pedagang makanan dan minuman saji agar melakukan pengumpulan sisa makanan secara khusus dengan tempat khusus. Pedagang juga diajak ikut mengawasi dan melaporkan pembuangan sampah dari luar pasar. Serta pedagang diharapkan menyumbangkan kampil yang akan digunakan untuk tempat sampah residu.
“Kami juga minta kepada pegawai pasar mulai koordinator keamanan, koordinator Pasar Semarapura dan Pasar Kusamba mensosialisasikan himbauan tersebut ke pedagang serta melakukan pengawasan pembuangan sampah ke dalam pasar,” terang Sugianta.
Sugianta mengharapkan penanganan sampah pasar secara terintegrasi mampu menciptakan sistem yang efisien mulai dari pemilahan sampah hingga pengolahan yang ramah lingkungan.(SUG)

.png)