Advertisement
SERIRIT, KABARNETIZENS.COM
Hari raya Saraswati dalam ajaran Hindu mengandung makna, yakni turunnya ilmu pengetahuan sekaligus sebagai penghormatan terhadap Dewi Pengetahuan yaitu Dewi Saraswati, diperingati setiap enam bulan sekali.
Memperingati hari raya tersebut seluruh umat Hindu dari berbagai komponen dan instansi pendidikan khususnya lingkugan SMPN 1 Seririt melaksanakan persembahyangan bersama pada Sabtu (8/2/2025) pagi. Meskipun sejak pagi diguyur hujan namun antusias guru dan murid tetap melaksanakan upacara hari pendidikan dalam kalender acara Hindu
Kepala SMPN 1 Seririt, Nyoman Armaja,S.Pd, M.Pd pada Sabtu (8/2/2025) menyebutkan, segala persiapan yang diikuti oleh para siswa dalam rangka menyambut hari raya Saraswati.
Dia menekankan, pada zaman digitalisasi ini SDM dan keterampilan adalah modal utaman untuk menjawab tantangan global dijika diabaikan atau itinggal pasti digilas zaman. Untuk itu perlu disiapkan SDM yang andal dan berkarakter.
Armaja yang ketua MKKS Kabupaten Buleleng menekankan, Memuja Dewi Saraswati bukan hanya dengan cakupan tangan tapi juga dengan jalan dharma. Siswa diingatkan jadilah agent of change (pelopor agen perubahan) dengan cara meningkatkan kualitas diri.‘’Guru sangat bahagia jika anaknya sukses.
Karena itu, siswa harus mencintai guru seperti mencintai orangtua sendiri,’’ pesan Armaja
Pada zaman teknologi canggih saat ini, sambung Armaja, manfaatkan teknologi untuk hal positif. Hidup ini adalah proses penebusan. Belajar dengan giat dan isi kehidupan dengan hal positif. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.
‘’Ilmu pengetahuan juga bisa membuat celaka kalau salah menggunakannya. Karenanya, manusia yang sudah dibekali otak mampu menjadikan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan bersama,’’ ujarnya
Makna Hari raya Saraswati, kata Armaja adalah manifestasi yang menjelma sebagai seorang sosok ganis cantik atau Dewi Saraswati yang turunkan oleh Tuhan YME. Ilmu pengetahuan yang didapatkan menjadi berkah bagi banyak orang.
"sebaik baik manusia adalah berguna bagi manusia yang lain. Misalnya dalam ilmu politik kita gunakan yang positif dan baik dalam menciptakan suasana yang demokratis. Bukan untuk menipu atau mencurangi. Itu kesan ilmu yang tidak baik," ujar Armaja diolomatis
Armaja berpesan kepada generasi muda agar selalu mendekatkan diri kepada Tuhan YME karena generasi muda adalah jalanya proses ilmu pengetahuan selain itu masa depan mereka adalah menguasai ilmu pengetahuan. Yang terpenting lagi adalah anak muda itu belajar dan mengamalkan ilmu yang sudah diajarkan kepada mereka.
"Belajar memahami karakter mereka.karena remaja adalah sedang proses mencari ilmu,belum sampai pada puncak. Karakter adalah proses kematangan diri anak dalam pendidikan karakter yang akan menghasilkan dikemudian hari," tandas pria asal Desa Kayuputih ini. (Yasin)





.png)