Iklan

Zainuddin Yasin
Kamis 13 2025, Februari 13, 2025 WIB
Last Updated 2025-02-18T03:50:13Z
BeritaHeadlineHukrimtrio wanita Nekat Habisi nyama pande

Motif Uang Rp 5.2 Milyar,Trio Wanita Nekat Habisi Nyawa Pande Putra, Lalu mayatnya Dibuang ke Jurang

Advertisement


SINGARAJA, KABARNETIZENS.COM 

Teka teki penemuan mayat bertato di wilayah pancasari akhirnya terkuat ,Sebelum  warga sekitar pancasari dibuat gempar dengan penemuan sesosok mayat bertato yang belakangan diketahui adalah I Pande Gede Putra (53) ternyata korban sempat disiksa  sebelum ditemukan tak bernyawa oleh ketiga pelaku dalam kamar kos di Denpasar selama hampir satu pekan





Kapolres Buleleng, AKBP IB Widwan Sutadi menuturkan korban sebelum ditemukan tak bernyawa sempat disekap dan disiksa oleh Tiga tersangka Leny (57) alamat Dangin Puri, Denpasar; Oky (38) alamat Sanur Kauh, Denpasar dan Intan (38) alamat Bojonegoro.Terungkapnnya kasus ini tak lepas kerja sama antara tim goakpoleng bersama tim inavis



"Korban disekap dalam sebuah kamar dengan kondisi kaki dan tangan diikat serta mulutnya dilakban, saat ditemukan korban mengalami beberapa luka yang mengarah luka Akibat siksaan ," ungkap Kapolres Buleleng, AKBP IB Widwan Sutadi, saat memberikan keterangan di Mapolres Buleleng, Kamis (13/2/2025).





Widwan menuturkan Berbekal informasi di lapangan yang didukung teknologi dan investigasi, akhirnya polisi mencurigai sebuah mobil Brio warna kuning yang beberapa kali mondar-mandir di jalur Singaraja -Denpasar (sekitar lokasi pembuangan mayat).



"Mobil itu adalah mobil yang disewa tersangka Leny untuk selanjutnya dipakai membuang mayat korban," jelasnya.




Adapun motif pembunuhan itu berawal dari perkenalan Leny dan korban Pande alias Dede dalam bisnis jual beli villa sekitar tahun 2019.Saat itu, Dede menyanggupi untuk menjualkan villa milik Leny, selanjutnya Dede meminta sejumlah uang beberapa kali untuk memperlancar proses penjualan villa milik Leny.Total jumlah uang yang diminta Dede berjumlah Rp 5,2 Miliar, 



 Sayangnya,  setelah itu Dede menghilang entah kemana.Akhirnya, Leny meminta bantuan Oky dan Intan untuk melacak keberadaan Dede, sampai akhirnya pada bulan November 2024, Dede berhasil ditemukan.




Sejak itu, Dede tinggal bersama dengan Oky dan Intan di sebuah kos di Jalan Gunung Soputan, Denpasar.Keduanya meminta Dede untuk mengembalikan uang Leny, bahkan saat itu korban masih sempat meminjam uang lagi kepada Leny lewat Oky dan Intan sejumlah Rp 60 juta dengan dalih untuk memproses jual beli villa milik Leny.Penyiksaan mulai terjadi ketika Leny mendapat telepon dari seorang wanita yang mengaku telah diperkosa oleh korban.



"Atas perintah Leny, korban pun disekap oleh Oky dan Intan. Kaki dan tangan diikat, mulut dilakban. Lalu penyiksaan dilakukan dengan setrika bagian punggung, rambut dibakar korek gas, mulut dipukul kaleng obat nyamuk dan pinggang dipukul dengan sapu," beber Widwan Sutadi.




Setelah seminggu yakni dari tanggal 25 Januari 2025 sampai 2 Februari 2025, korban pun dilaporkan sudah tak bernyawa, lanjut Leny memerintahkan Oky dan Intan untuk membuang mayat korban.





“Penyebab kematian korban kita masih menunggu hasil visum lebih lanjut," Pungkas widwan 




Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat pasal 338 dan 335 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (TIM)