Iklan

Zainuddin Yasin
Senin 21 2024, Oktober 21, 2024 WIB
Last Updated 2024-10-21T03:23:09Z
Inspiratifperjuangan warga mendapat air bersih dibalik jurang maut

Mengintip perjuangan Warga Tigawasa Mendapatkan Air Bersih Dibalik Jurang Maut (01)

Advertisement





BANJAR, KABAR NETIZENS.COM

Air merupakan kebutuhan vital  bagi kelangsungan hidup manusia maupun alam sekitar. Adalah warga Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, kabupaten Buleleng dari tahun ke tahun acapkali mengalami krisis air bersih. Betapa tidak desa Tigawasa salah satu  desa dari 5 desa Bali aga ini  sepertinya krisis air bersih belum bisa di atasi secara maksimal. 


3 tahun lalu program pamsimas  sebenarnya sudah dijalankan dengan mengandalkan sumber mata air  dari Desa Goblek untuk pemenuhan kebutuhan ribuan warga desa Tigawasa.


 Proyek pamsi  sediakalanya dengan menggunakan sistim gravitasi. Sayangnya, sistim gravitasi tersebut tidak berjalan mulus lantaran. wilayah Desa Tigawasa berada di dataran tinggi sehingga sumber mata air yang melewati desa Pedawa tersebut tidak dilanjutkankan.


Untuk pemenuhan hajat hidup orang banyak, salah satu warga Ketut Santosa mengajak sejumlah warga  sekitar  30 KK di dusun Uma Sandi untuk berkongsi alias urunan membeli 4 buah mesin  disel agar bisa menyedot air dari sumber mata air yang ada di tengah hutan desa. 


Meskipun jalan menujuh sumber mata air cukup berisiko tinggi  karena harus melewati jalan setapak yang  berjurang   namun warga tetap nekat menjalankan.


 Kapiten, sapaan akrab Ketut Santosa adalah salah satu insiator desa Tigawasa,  Ahad (20/10/2024) ketika diajak kru KABAR NETIZENSCOM  menelusuri jalan setapak menujuh sumber mata air yang debitnya perlahan terus berkurang itu.


Kapiten, pria lajang hampir separoh Bayah itu tampak lincah nan gesit ketika menelusuri jalan setapak" "di sinilah pak kami Perjuanga. kami mendapatkan air bersih dengan mengandalkan tenaga  mesin disel air ini bisa mengalir ke rumah rumah warga," kata Kapiten


Hampir 2 dekade bak penampungan air sementara yang dibangun oleh pemerintah desa Tigawasa. Bak tersebut berfungsi untuk menampung beberapa sumber mata air sebelum disalurkan ke rumah warga dengan daya mesin disel 


Kapiten  menjelaskan,  hanya 30 KK di dusun Uma Sandi saja yang  memanfaatkan sumber mata air bolakan dengan cara menggunakan  daya mesin disel dari hasil urunan warga. 


Sedangkan.kata Kapiten lagi masih banyak ratusan KK tetap mengambil air dengan peralatan seadanya sepeti ember dan jirigen yang masih manual dengan menelusuri jalan setapak itu


"Cukup ironis memang kita menghadapi situasi seperti ini.untuk daya mesin disel yang ada di sumber mata air itu pun secara bergiliran mengalir ke rumah warga. Kita lakoni perjuangan ini sampai ada solusi alternatif sehingga pemenuhan kebutuhan air bersih bisa diatasi


Gede Suryanata salah satu warga Desa Tigawasa mengatakan, desa Tigawasa cukup luas ada tempat yang tidak memiliki sumber mata air.Menurutnya, perjuangan warga bertahun tahun dengan sistim gotong royong cukup memprihatinkan.


 'kita sangat mengapresiasi perjuangan sang Kapiten untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan warga meskipun dengan sistem urunan tapi warga tetap komitmen menjaga kebersamaan itu," kata Suryanata


Sementara perbekel Tigawasa, Gede Sudhamayasa ketika dikonfirmasi mengatakan, pihak pemerintahan desa Tigawasa sudah berupaya untuk mendapatkan air bersih dari desa Goblek namun karena kendala di lapangan sehingga belum berjalan maksimal. 


Namun kata perbekel tahun 2025 nanti pihaknya ada 2 kemungkinan yakni menggunakan sumur bor di lokasi Desa Wanagiri atau Tigawasa yang perbatsan langsung dengan desa Temukus (Yasin_net)