Iklan

Zainuddin Yasin
Kamis 25 2024, Juli 25, 2024 WIB
Last Updated 2024-07-25T01:37:05Z

Mengintip Perjalan Spiritual Krama Desa Adat Buleleng di pura Blambangan dan Mandaragiri Lumajang

Advertisement






Lumajang, KABAR NETIZENS.com

Masih dalam suasana  hari raya Pagarwesi, sedikitnya 80 orang Krama desa adat Buleleng melaksanakan perjalanan spiritual yakni tirtayatra di Pura agung Blsmbangan, Banyuwangi dan sebuah pura yang tidak asing lagi bagi umat Hindu Bali, yakni pura Mandarari  di Lumajang, Jawa Timur. 


Perjalanan spiritual yang dipimpin langsung oleh Klian desa adat Buleleng, It Nyoman Sutrisna itu berlangsung selama 22 Juli 2024 itu tujuannya adalah memanifestasikan konsep Trihitakarana dalam ajaran  Hindu yang selama ini sebagai pedoman.


Konsep Trihitakarana adalah bagaimana menjalin hubungan spitual dengan Tuhan sang maha pencipta, menjalani hubungan antara sesama umat manusia dan alam sekitar. Pesan spiritualnya adalah kata pria yang rama senyum ini, adalah memasyarakatkan konsep Trihitakarana secara universal  dijadikan landasan hidup menujuh kebagian Zahir dan batin



"tujuan utama kita adalah berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar yang berkaitan dengan lingkungan sekitar kita selalu aman dan tertib dan tidak ada gangguan. Di samping itu perjalanan roda  pemerintahan selalu diberikan kelancaran dan  keberkahan,"kata Bendesa adat  Buleleng, Nyoman Sutrisna ketika dihubungi melalui via ponselnya


Nyoman Sutrisna yang juga mantan kepala dinas Pariwisata Buleleng menjelaskan, perjalan spiritual di 2 pura di Jawa Timur  itu selain membangun komunikasi dengan lembaga desa adat Buleleng dan menjalin kemitraan dengan pemerintah kabupaten Buleleng dan Pemprov Bali.


 Menurutnya, manifestasi dari konsep Trihitakarana adalah saling mendoakan kepada sesama umat agar Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan kekuatan dan menjaga alam ini.


"tujuan utamanya adalah saling mendoakan.kita mendoakan kebaikan orang lain, sama halnya kita mendoakan diri kita sendiri,"tandas Nyom Sutrisna


Lebih lanjut Dijelaskan, selama ini krama desa adat Buleleng selau menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah berjalan dengan baik. Konsepnya cukup sederhana yakni menjaga keseimbangan. Kata keseimbangan ini memaknai tidak berlebihan. Artinya kata mantan kadis Perikanan Kabupaten Buleleng ini keseimbangan juga selalu mewarnai antara zahiriyah dan batiniah


"Ke depannya  kami bersama Krama desa adat Buleleng terus berinovasi dan kreativitas terutama menyangkut alam sekitar.misalnya eksitensi pembuatan program ecooenziym yang sudah berjalan dengan baik. Tidak hanya menjaga eksistiim alam juga bermanfaat bagi kesehatan manusia,'ujarnya (Yasin_netizens)


)