Advertisement
LOVINA, KABAR NETIZENS.com
Gerakan menanam sayur unggulan adalah salah satu bentuk usaha ekonomi kreatif, dengan memanfaatkan lahan secukupnya dapat memberikan Kontribusi positip. Keunggulan menanam sayur di pekarangan rumah selain menghemat pengeluaran biaya juga sebagai aktivitas fisik di waktu luang
Program menanam sayur oleh pemerintah desa Kalibubuk yang berlangsung, Jumat (5/7) di TPS T dengan melibatkan semua unsur sebagai upaya program ketahanan pangan. Program edukasi menanam sayur desa Kalibukbuk ini patut diapresiasi. Betapa tidak pemanfaatan proses pengolahan sampah organik dengan kompos diatas lahan seluas 12
Perbekel Desa Kalibukbuk, Ketut Suka kepada awak media menjelaskan, tujuan mengajak semua perangkat desa untuk gerakan menanam sayuran adalah mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan lahan pekarangan rumah.
Menurutnya, selain mengemat pengeluaran belanja kebutuhan sayur juga lebih efisien lahan." Kita realistis saja belanja kebutuhan dapur terutama ibu ibu tiap harinya cukup tinggi. Kita ingin mengedukasi kepada masyarakat karena gerakan menanam bibit sayur ini tidak perlu menggunakan lahan yang luas, cukup dengan bahan polibag diletakan di pekarangan rumah,"jelas Perbekel Suka
Ketut Suka yang juga ketua forkomdeslu Kabupaten Buleleng ini menegaskan, di bebepa negara maju seperti Jepang dan Korea acapkali memanfatkan pekarangan rumah menanam sayur mayur untuk dikonsumsi sendiri.
Proses pembuatan media sayur cukup sederhana. Tanah gembur sudah dipetak lalu dicampur dengan sisa pembakaran jerami padi selanjutnya dicampur dengan pupuk organik hasil pengolahan sampah sendiri. Selanjutnya tahan gembur tersebut disinari.matahari beberapa hari dengan tujuan agar membasmi bakteri.
Ditegaskan, proses selanjutnya adalah sejumlah bibit sayur unggulan seperti bayam, kangkung sayur hijau, tomat ditanam dalam petakan tersebut. Dibarengi sinar matahari secukupnya dan pupuk organik sayur unggulan tersebut sudah dipanen dengan limit waktu 45 hari.
Pengelolaan TPST mesari, Putu Bayu Krisnawan Okantara menjelaskan, teknologi cara pembuatan pupuk kompos dari sampah organik hasil pemilihan dari sampah rumah tangga dan sejumlah hotel di areal Lovina sehingga cukup mempermudah untuk menghasilkan pupuk organik.
Ditambahkan, pengelolaan pupuk kompos dari hasil pemilihan sampah organik ini adalah Rama dengan lingkungan. Selain itu diharapkan menjadi motor penggerak ibu rumah tangga ke depan."hasil pupuk kompos ini rencananya kita kerjasama dengan sejumlah hotel di Lovina untuk program penghijauan dikawasan wisata Lovina (yasin_netizens)




.png)