Advertisement
Singaraja, KABAR NETIZENS.com
Nasib tragis menimpa Seorang Pekak (kakek,red) yang sudah lanjut usia (lansia) bernama Qosim , 61, warga asal Kelurahan Kampung Kajanan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, ditemukan tewas tenggelam di pantai Kayu Buntil, Kelurahan Kampung Anyar, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Kamis, (6/6) pagi sekitar pukul 05.30 Wita. Kakek tersebut diduga terpeleset saat berjalan di pinggir pantai.
Kapolsek Kota Singaraja Kompol Made Agus Dwi Wirawan mengatakan, jazad Qasim pertama kali ditemukan oleh Suryadi, 61, warga Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Saat itu, Suryadi melihat benda terapung di tengah laut. Suriyadi curiga, benda yang dilihatnya merupakan manusia lantara dilihat menggunakan peci.
Karena merasa curiga ia kemudian mengambil senter dan memberitahukan kepada warga bernama Suriadi, 51. Suriadi kemudian mengambil alat pancing untuk menarik benda tersebut ke bibir pantai. “Jarak dari bibir pantai ke arah benda tersebut kurang lebih 50 meter ke tengah laut. Setelah mampu mengaitkan kail pancing ke benda tersebut, kemudian saksi menarik benda tersebut ke bibir pantai,” ujar Kompol Agus Dwi, dikonfirmasi kemarin siang.
Alangkah terkejutnya saat keduanya berhasil menarik ke bibir pantai, benda tersebut merupakan sesosok mayat. Penemuan mayat tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat kelurahan setempat. Saat itu juga, anak korban yang bernama Burhanudin, 45, menyatakan mayat itu merupakan ayahnya bernama Kasim.
Oleh keluarga dan warga setempat jenazah korban langsung dievakuasi dengan menggunakan ambulance milik Masjid Attyotib untuk disemayamkan di rumahnya di Kelurahan Kampung Kajanan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. “Korban diduga terpeleset saat bejalan di pinggir pantai. Sehingga jazad korban ditemukan mengapung di tengah laut,” lanjutnya.
Keluarga korban pun disebut telah menghilangkan kejadian yang menimpa Kasim. Keluarga korban juga disebut telah membuat surat pernyataan untuk menolak dilakukan autopsi ( noor_netizens)



.png)