Advertisement
Dinamika politik keinginan Arus bawah Menghendaki pasangan Supit-Arya (SURYA) maju Calon Bupati dan wakil Bupati dalam perhelatan pemilukada November-2924
Singaraja, KABAR NETIZENS.com
Perhelatan pemilukada serentak November 2024 adalah dinilai banyak kalangan menjadi pemilu mencari figur bakal calon bupati Buleleng cukup kompetitif. Betapa tidak semua Elite politik terus bermanuver mencari simpati di masyarakat dengan berbagai cara. Dari pembagian sembako, janji manis politik bahkan isu santer yang tak kalah penting adalah agenda pembanguan proyek nasional Bandara Bali Utara.
Dalam kurun dua dekade terakhir pasca reformasi bergulir figur calon bupati Buleleng dari partai PDIP masih tak tergoyahkan di sisi lain Partai berlambang banteng dengan moncong putih dalam lingkaran itu masih mendominasi lantaran diperkuat dukungan parlemen.
Sejumlah figur calon bupati Buleleng dari PDIP sepeti, Gede Supriatna, Ketut Ngurah Arya, Ketut Rochineng, dr Caput, Nyoman Sucidra, dari sekian.bakal calon bupati Buleleng yang sudah mendaftarkan diri ke induk partai mereka bulan lalu itu kini tetap menunggu siapa yang bakal mendapatkan rekomendasi dari ketua Umum PDI P Megawati Soekarnoputri?
Jika tak ada aral melintang Rekomendasi atau tiket menujuh Buleleng 1 dari DPP dipastikan. Juli 2024 sudah ditangan calon Bupati Buleleng. Karena menurut rencana jadwal pedaftaran calon bupati Buleleng dipastikan Agustus 2024 nanti.
Issu santer yang terus diperbincangkan adalah pasangan Gede Supriatna, SH (Supit) dan Ketut Ngurah Arya (Arya bodo) digadang gadangkan pasangan yang ideal. Pasangan Supit Arya atau SURYA dinilai kalangan arus bawah sangat ideal karena berbagai pertimbangan misalnya pemetaan tokoh Buleleng timur dan Buleleng barat. Selain itu kedua anggota DPRD kabupaten Buleleng itu memiliki basis massa yang real.
Seperti diungkapkan salah satu ketua DPD Partai Perindo Buleleng, Wayan Suyama. Kedua tokoh muda itu cukup ideal kendati pun secara idelaogi partai berbeda namun pria asal desa Tigawasa itu tetap manruh harapan agar rekomendasi dari pusat tidak salah alamat.
"Satu contoh ketika pemilu legislatif yang digelar pada 14 Februari lalu. Kedua tokoh Anatara timur dan barat sudah mendulang suara real 20 ribu. Kita bicara tentu mengunakan data. Saya hakul yakin jika rekomendasi berpihak pada Supit, maka pasangan idealnya adalah Arya Bodo," ujar Wayan Suyama ketika dikonfirmasi Senin (10/6) di kediamannya
Menurutnya, kedua tokoh mudah itu dirinya sudah lama mengenal kepribadian dan loyalitas mereka kepada masyarakat. Saat ini, kata Suyama lagi, Supit adalah ketua DPRD Buleleng dan sekretaris DPC PDIP Buleleng sedangkan Arya bodo. Sapaan akrab Ketut Ngurah Arya adalah ketua Fraksi PDIP dan bendahara DPC PDIP Buleleng.
"Dari pengalaman berorganisasi kedua figur ini sudah layak memimpin Buleleng 5 tahun ke depan,ujar Suyama optimis
Ketut Ngurah Arya ketika dikonfirmasi terkait keinginan masyarakat dari partai PDIP menghendaki agar Arya bodo, sapaan akrab Ketut Ngurah Arya mendampingi Gede Supriatna atau Supit dalam Pemilukada Buleleng pada November mendatang. Menurut Arya, dirinya hanya menyerahkan sepenuhnya pada induk partai. Sebagai kader, kata Arya dirinya siap menerima keputusan partai.
"Yang jelas kami sudah mendaftarkan diri maju sebagai calon Bupati Buleleng. Ya semuanya kami serahkan sepenuhnya kepada DPP karena sebagai kader wajib hukumnya mengikuti mekanisme partai. Siapa pun yang mendapatkan rekomendasi kita wajib mendukung,' ujarnya diplomasi
Ketika ditanya terkait dinamika politik berapa kalengan non partai PDIP pun menghendaki agar Pasangan Supit Arya atau Sang Surya adalah pasangan ideal "ehm ya itu kehendak masyarakat yang boleh jadi menurut mereka adalah jalan yang terbaik intinya kita serahkan pada DPP," kata Arya
Sementara ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna SH ketika diminta komentarnya melalui sambungan telepon seluler via WhatsAppnya terkait keinginan masyarakat agar Supir-Arya ( SURYA) berpasangan dalam hajatan Pemilukada Buleleng pada November 2024 mendatang.
Rekomendasi atau tiket menujuh Buleleng 1 adalah kewengam DPP. Menurutnya mekanisme partai sudah jelas siapa pun kader yang direkomendasikan oleh DPP, wajib hukumnya dimenagkan."mekanisme partai yang selalu kami junjung tinggi artinya sebagai kader partai kami tetap loyalitas,"ucap calon Bupati Buleleng ini
.kembali disinggung tentang dinamika yang berkembang dimasyarakat arus bawah kedua tokoh antara timur dan barat adalah pasangan yang ideal karena keinginan masyarakat Buleleng setidaknya ada pemerataan pembangunan ketika terpilih nanti.
Lagi lagi Supit, sapaan akrab Gede Supriatna tidak mau berspekulasi lebih jauh, semuanya adalah maknisme dan kewengam DPP PDI-P. Sebagai kader partai yang siapa pun mendapatkan rekomendasi wajib dipatuhi. (Yasin_netizens)

.png)