Advertisement
Banjar, KABAR NETIZENS.com
Rombongan komisi II DPRD Bali yang dimotori ketuanya, IGK Krena Budi berkunjungan ke kantor camat Banjar, Selasa (28/5) . Rombongan berjumlah 12 prang itu diterima langsung oleh camat Banjar Made Mardika,SE sekitar pukul 11 .00 WITA.
Rombongan komisi II DPRD Bali yang tiba secara bersamaan itu membuat camat dan stafnya "panik" namun hanya sekedar silaturahim antara peran legislatif melihat lebih dekat kinerja pemerintah kecamatan
Kunjungan rutin tahunan adalah sebagai upaya untuk melihat potensi masing masing desa di seputar kecamatan Banjar. Kecamatan Banjar yang terdapat beberapa desa Bali aga itu memiliki potemsi dan kearifan lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing maupun domestik selalu menempati waktu berkunjung di sejumlah desa Bali aga itu
Ketua komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi dalam keterangan pers mengatakan, kecamatan Banjar meliliki segung potensi seperti holtikultura, peternakan, pariwisata dan industri kerajinan. "Kita ingin melihat lebih dekat kebutuhan masyarakat.salah satunya adalah sektor petenakan adalah simbitualisme dengan pertanian. Dengan demikian kita ingin menciptakan keakraban dengan masyarakat,"ujar Kresna Budi
Kresna Budi yang juga ketua DPD Golkar Buleleng kembali menegaskan, 5 desa Bali aga di Kecamatan Banjar yang merupakan desa binaannya itu memiliki potensi alam yang cukup menjanjikan.
"Ekonomi kreatif sepeti kerajinan yang ada di desa Tigawasa dan Sidatapa adalah satu bukti home industri berjalan dengan dinamis. Kunjungan ini kita melihat jika masih ada kekurangan ingin kami perjuangkan agar stabilitas ekonomi kerakyatan tetap menjadi primadona, tandas Kresna Budi
Camat Banjar, Made Mardika SE mengapresiasi rombongan anggota komisi II DPRD Bali yang pertama kali berkunjung ke kantor camat Banjar. Mantan sekcam Kecamatan Seririt ini menilai bahwa rombongan Komisi II DPRD Bali cukup responsif dengan pengembangan potensi alam di sejumlah desa di kecamatan Banjar.
"Potensi alam dan lingkungan cukup mendukung dalam pengembangan ekonomi kreatif sehingga menjadi sumber mata pencaharian masyarakat," ujar Camat Mardika
I Ketut Santosa, ketua Gabungan kelompok peternakan asal Desa Tigawasa mengatakan, pihaknya mengembangksn peternak sapi unggulan ketika ada bantuan dari program Bali Mandara ketika Gubernur Made Mangku Pastika memberikan bantuan sebanyak 10 ekor sejak tahun 2012 lalu. Hingga kini petenakan sapi dibagi menjadi 5 koloni ini sudah mencapai 60 ekor.
Menurutnya, selain bantuan Program Gubernur Bali saat itu, pihaknya juga mendapatkan bantuan beberapa ekor sapi dari anggota DPRD Bali asal Buleleng, IGK Kresna Budi sebagai bentuk usaha ekonomi kerakyatan.
Kembali ditegaskan, untuk pengelolaan kotoran hewan, pihaknya juga mengembangkan produk pupuk organik dari hasil kotoran hewan diperuntukan bagi petani petani khusunya kelompok Gapoktan (Yasin_ netizens)



.png)