Iklan

Zainuddin Yasin
Sabtu 06 2024, Januari 06, 2024 WIB
Last Updated 2024-01-09T10:32:51Z
BeritaBerita BulelengKeamananSosial

Terbentuknya Forgas Untuk Menangkal Aliran Import India Terindikasi Menyimpang Ajaran Hindu Bali

Advertisement







BANJAR_kabarnetizens.com

 Forum gerakan Adat Se Nusantara (forgas) adalah sebuah ormas yang terbentuk beberapa bulan lalu oleh sejumlah komunitas masyarakat yang bertujuan memurnikan ajaran agama Hindu Bali yang belakangan dinilai telah masuk beberapa ormas dengan mudah mengklaim membawa idelogi yang diimport dari negara lain. Seperti aliran sampradaya, sai baba, Hare Krisna yang terindikasi sudah menyimpang dari adat dan norma norma dresta adat budaya Hindu Bali. Tujuan terbentuk Forgas tersebut adalah untuk menangkis ideologi-idelogi yang mengkuatirkan 



Berempat di kediaman salah satu pentolan Forgas, Buleleng, Nyoman Armaja, S.Pd.M.Pd di Desa Kayu Putih, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, pada akhir Desember 2023 lalu. Komunitas warga yang kritis terhadap pergerakan ormas-ormas yang dinilai menyimpang tersebut. Selai itu Forgas juga meminta kepada pemerintah dan lembaga lembaga seperti PHDi dan Majelis Desa Adat agar lebih konsistens dalam melakukan pengawasan di lapangan agar ormas ormas tersebut tidak lagi melakukan gerakan Magnet kepada masyarakat luas.


Sedikitnya 19 anggota Forgas Buleleng sekaligus dibekali pencerahan oleh salah satu pendanda bahwa lahirnya forgas adalah langkah tepat dalam menangkis idelogi yang mengkuatirkan.Pertemuan akhir tahun sebagai ajang silaturahim sesama DPC Forgas Buleleng sekaligus merancang 


program kerja Forgas di tahun 2024 ini. Armaja yang   menegaskan, tujuan Forgas ke depan adalah dengan tegas menolak aliran aliran yang dinilai telah Benyak menyimpang dari norma dan ada budaya Bali. Selain itu untuk memperkuat kekuatan Forgas ke depan, Armaja meminta kepada anggota Forgas yang hadir dalam acara silaturahim tersebut untuk merekrut warga masyarakat dalam misi gerakan moral


Untuk diketahui, terbentuknya Forgas yang berpusat di Propinsi Bali dengan membuka jaringan di masing-masing Kabupaten. Sejauh ini sedikitnya ada 6 DPC sudah terbentuk, seperti Kabupaten Badung, Buleleng, Karangasem, Gianyar, Jembrana dan Klungkung. Terbentuknya Forgas yang merupakan ormas yang lahir atas dasar kesadaran dan kepedulian terhadap adat dan kebudayaan 



Hindu Bali yang akhir akhir ini sudah mulai terkontaminasi dengan sejumlah aliran Hindu India seperti Hare Krisna, sampradaya, sai Baba.Menurut Nyoman Armaja, sejumlah aliran yang bernuansa Hindu India tersebut sudah dibekukan oleh Pemerintah pusat, karena dinilai menyimpang dari adat dan norma Hindu Bali 



“ tujuan utama kami mendirikan Forgas ini adalah memurnikan ajaran Hindu Bali, karena kita kuatir generasi Hindu Bali ke depan akan terkikis dan diabaikan karena dikontaminasi ajaran aliran yang diimport dari Hindu India. Tahun 2024 ini menjadi tonggak perjuangan Forgas dalam mengedukasi kepada masyarakat Hindu Bali. Ke depan kami akan membentuk Forgas di seluruh Indonesia,”tandas Nyoman Armaja



Armaja menilai, kehadiran sejumlah aliran import dari Hindu India jelas jelas merusak tatanan adat dan kebudayaan Bali. Misalnya, kata pria yang hoby peternak itu, ditemukan saat sembahyang di pura, mereka yang sudah terkontaminasi ajaran Hindu India tidak lagi menggunakan sarana ibadah dengan kembang dan dupa yang selama ini sangat dijunjung tinggi umat Hindu Bali. Selain itu, kata Armaja lembaga PHDI ada oknum yang terlibat aliran sampradaya.



 “ kita temukan fakta seperti itu apakah ada pembiaran aliran yang jelas jelas menyimpang dari adat dan kebudayaan Hindu Bali. Kami juga mengapresiasi pemerintah dengan bijak membekukan ijin operasi sejumlah aliran import tersebut.kami juga mengajak PHDI pemurnian untuk mengbalikan ajaran dan adat istiadat Hindu 



Sementara salah seorang rohaniwan, Ida  Rsi Agung Dharma Sidhi Bang Manik dari griyah pataruh Petak Desa Kayu Putih memberikan siraman rohani kepada anggota Forgas  agar ke depannya nanti tetap merangkul mereka yang sudah terlanjur masuk dalam idelogi menyimpang. Karena menurutnya, tujuan Forgas adalah mengedukasi kepada masyarakat Hindu Bali agar tidak muda menerima aliran maupun idelogi bertentangan dengan adat dan kebudayaan Bali



"Ideologi dan pemahaman tentang  sampradaya maupun sai baba cukup banyak pengikutnya di Bali meskipun sudah dibekukan tapi fanatisme masyarakat terus diberikan pemahaman yang jernih,"ujarnya



Hal senada juga diungkapkan salah satu anggota Forgas, Ida Bagus Surya. Forgas adalah ormas yang lahir atas dasar keprihatin terhadap keberadaan sejumlah idelogi terlarang yang diimport dari Hindu India yang selama ini sudah merusak tatanan adat istiadat Hindu Bali.



"Kita akui memang sejumlah idelogi terlarang itu masuk di Bali dan bahkan beberapa agama pun ikut di dalamnya dengan tawaran program meditasi sehingga banyak warga yang terjebak. Tujuan utama kita adalah mengedukasi kepada masyarakat dan kembali memurnikan ajaran agama Hindu Bali. Kita tetap merangkul mereka yang sudah lama mengikuti idelogi yang diimport tersebut,"kilahnya ( yasin_netizens)