Advertisement
SINGARAJA_kabarnetizens.com
Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, dalam masa kampanye terus melakukan manuver yang membuat kubu PDI Perjuangan panas. Ini lantaran jelang HUT PDI Perjuangan tanggal 10 Januari 2024, Gibran yang lahir dari “kandungan politik” PDI Perjuangan itu membuat PDI Perjuangan panas dingin karena yang berani menembus “Kandang Banteng” Pulau Dewata. Khusunya Buleleng
Ya, dengan penuh percaya diri, Cawapres Gibran yang merupakan putra Presiden Joko Widodo itu, tampil di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, melakukan kampanye. Ini merupakan sebuah tamparan buah PDI Perjuangan karena Buleleng merupakan basis utama PDI Perjuangan di Bali. Selain itu, empunya kandang yakni pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD bersama PDI Perjuangan belum melakukan kampanye di Bali dan Buleleng, justru Gibran mendahului pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan PDI Perjuangan, Selasa (9/1/2024) siang.
Dalam kampanye di kawasan wisata Eks-Pelabuhan Buleleng, Singaraja, Cawapres Gibran Rakabuming Raka mengatakan akan mengkaji ulang pembangunan bandar udara (Bandara) Bali Utara setelah sejumlah tokoh masyarakat di daerah itu mendesaknya agar bandara itu diwujudkan. “Masukan tokoh masyarakat Bali Utara telah kami tampung. Dan soal Bandara akan dikaji ulang itu pun dalam debat capres/cawapres sudah disinggung soal pemertaan pembangunan,” ujar Gibran dengan gaya khasnya.
Cawapres Gibran Ia juga menjanjikan akan ada titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di Bali untuk menunjang pemerataan agar tidak lagi Jawa centris. “Tidak saja soal bandara namun pembangunan lainnya akan kita lakukan di Bali Utara. Kita ingin akses konektisitas makin terbuka yang tentu membuka akses lapangan kerja,” ujar Gibran seraya mengakui bahwa memang ada ketimpangan pembangunan antara Bali Selatan dan Utara.
Pembangunan Bandara di Buleleng, ungkap Gibran, sangat urgen. Ini lantaran kapasitas Bandara Ngurah Rai tidak mampu lagi menampung jumlah penumpang yang datang. Ia memberi contoh saat liburan Natal dan Tahun Baru, Bandara Ngurah Rai sangat sibuk melayani penerbangan yang amat padat itu. “Jika melihat situasi Bandara Ngurah Rai saat Natal dan Tahun Baru kemarin sepertinya Bandara Bali Utara itu urgen,” jelas Gibran meyakinkan.
Gibran juga mengatakan pihaknya membuat konsep pembangunan yang masif atau infrastruktur yang modern namun tidak menggusur kebiasaan dan adat yang sudah ada. “Di Solo kita punya slogan Solo masa depan adalah Solo masa lalu. Saya kira slogan ini relevan untuk Bali,” ujarnya.
Sementara itu salah relawan Buleleng Ketut Suartika mengaku keberadaan bandara di Bali Utara sudah tidak bisa ditunda-tunda. Karena hanya itu solusi untuk menjawab pemerataan. Terlebih Bandara Internasional Ngurah Rai sudah sangat padat.
“Perda Bandara kita (Bali) sudah punya, bahkan di Buleleng telah dibuat RTRW nya. Bandara baru perlu dibangun di Buleleng. Itulah solusinya (pemerataan) seperti yang disampaikan Gibran,” tegas Suartika
Nyok, sapaan akrab Ketut Suartika masyakarat Buleleng menaroh harapan besar kepada cawapres no 2 Gibran agar memperjuangkan kebutuhan masyarakat Buleleng khuusnya Bandara internasional yang sudah diperdakan agar menjadi program prioritas jika Gibran terpilih nanti
"Kami sangat kecewa dengan kepemimpinan daerah khususnya di Bali. Ketika SMK dan SMA Bali Mandara ditutup oleh Pemprov Bali. Itu yang kami sayangkan karena sekolah yang dibentuk oleh pa Mangku Pastika untuk memberikan bea siswa bagi anak yang kurang mampu dari segi ekonomi sangat dirasakan masyarakat Bali. Kami minta agar sekolah Bali Mandara beroperasi lagi," ujar Suartika
Cawapres No 2 pasangan Capres Prabowo Subianto ini tiba di Buleleng melalui udara menggunakan helikopter. Ia tiba sekitar pukul 09.15 Wita di Lapangan Bhuwana Patra Singaraja dan selanjutnya menuju lokasi acara di Gedung Imaco eks-Pelabuhan Buleleng. Massa dari berbagai komponen di Bali Utara sudah menanti kedatangan putra Presiden Jokowi yang juga Walikota Solo itu. (Yasin_net)
.jpg)
.jpg)
.png)