Advertisement
Ketua Komisi II DPRD Bali Minta Dievaluasi Kembali Mekanisme Pengiriman Babi Dari Bali.
Gilimanuk_Kabarnetizens.com
Setelah sukses membuat jalur baru perdagangan hewan ternak babi dari Bali ke kawasan Kalimantan,upaya itu kini terus berkelanjutan Peternak dan pengusaha Bali kembali melakukan 'ekspor' babi untuk memenuhi pesanan di Kalimantan Barat,Rabu (17/05/2023).Pengapalan ribuan ekor babi tersebut dilakukan via Pelabuhan Celukan Bawang,Gerokgak,Buleleng karena dianggap strategis dan sesuai aturan port to port.
Hanya saja disayangkan masih ada pengiriman melalui jalur Pelabuhan Gilimanuk untuk pengiriman ke luar Bali.
Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali sejumlah truk bermuatan ratusan ekor babi yang yang menurut rencana dikirim ke Singkawang, Kalimantan Barat sesuai dengan pesanan.
Ketua komisi II DPRD Bali, Ida Ketut Kresna Budi saat melakukan sidak di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk ditemukan keganjalan dokumen bermodalkan surat permintaan dari pengusaha di daerah Kalimantan Tengah dengan pengusaha dari Tahanan, Bali untuk melakukan pengiriman hewan ternak jenis babi sebanyak 400 ekor dalam satu bulan. Ekpedisi pengiriman melalui pelabuhan Gilimanuk dengan kendaraan truck.
Menurut Kresna Budi, semestinya pengiriman melalui pelabuhan Celukanbawang yang merupakan jalur tol laut yang sudah berjalan normal beroperasi. " Pelabuhan Celukanbawang adalah pelabuhan bongkar muat barang dan salah satu pelabuhan yang cukup ideal karena berada di jalur antar pulau di kawasan Indonesia timur.program pak presiden Jokowi kan untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan, di samping itu program menghidupkan tol laut terus berkelanjutan," ungkap Kresna Budi.
Kresna Budi yang juga ketua DPD Golkar Buleleng ini menegaskan, pengiriman hewan ternak antar pulau dan provinsi adalah disepakati melalui jalur pelabuhan. Menurutnya, ditemukan dokumentasi di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk ini adalah indikasi intervensi kewenangan dari provinsi Kalimantan Tengah."kita minta dinas pertanian dan peternakan untuk mengevaluasi kembali pola pengiriman hewan ternak dari Bali ke luar daerah.jika persoalan ini pembiaran kita kuatir penyelundupan hewan ternak dari Bali makin tidak terkontrol,"ujar Kresna Budi
Ketua komisi II DPRD itu kembali menegaskan, pihaknya melakukan sidak di pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk tersebut karena ada laporan warga terkait pengiriman hewan ternak khususnya babi Bali ke luar daerah terindikasi Ketua Komisi II DPRD Bali Minta Dievaluasi Kembali Mekanisme Pengiriman Babi Dari Bali.
Gilimanuk_Kabarnetizens.com
Setelah sukses membuat jalur baru perdagangan hewan ternak babi dari Bali ke kawasan Kalimantan,upaya itu kini terus berkelanjutan Peternak dan pengusaha Bali kembali melakukan 'ekspor' babi untuk memenuhi pesanan di Kalimantan Barat,Rabu (17/05/2023).Pengapalan ribuan ekor babi tersebut dilakukan via Pelabuhan Celukan Bawang,Gerokgak,Buleleng karena dianggap strategis dan sesuai aturan port to port.
Hanya saja disayangkan masih ada pengiriman melalui jalur Pelabuhan Gilimanuk untuk pengiriman ke luar Bali.
Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali sejumlah truk bermuatan ratusan ekor babi yang yang menurut rencana dikirim ke Singkawang, Kalimantan Barat sesuai dengan pesanan.
Ketua komisi II DPRD Bali, Ida Ketut Kresna Budi saat melakukan sidak di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk ditemukan keganjalan dokumen bermodalkan surat permintaan dari pengusaha di daerah Kalimantan Tengah dengan pengusaha dari Tahanan, Bali untuk melakukan pengiriman hewan ternak jenis babi sebanyak 400 ekor dalam satu bulan. Ekpedisi pengiriman melalui pelabuhan Gilimanuk dengan kendaraan truck.
Menurut Kresna Budi, semestinya pengiriman melalui pelabuhan Celukanbawang yang merupakan jalur tol laut yang sudah berjalan normal beroperasi. " Pelabuhan Celukanbawang adalah pelabuhan bongkar muat barang dan salah satu pelabuhan yang cukup ideal karena berada di jalur antar pulau di kawasan Indonesia timur.program pak presiden Jokowi kan untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan, di samping itu program menghidupkan tol laut terus berkelanjutan," ungkap Kresna Budi.
Kresna Budi yang juga ketua DPD Golkar Buleleng ini menegaskan, pengiriman hewan ternak antar pulau dan provinsi adalah disepakati melalui jalur pelabuhan. Menurutnya, ditemukan dokumentasi di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk ini adalah indikasi intervensi kewenangan dari provinsi Kalimantan Tengah."kita minta dinas pertanian dan peternakan untuk mengevaluasi kembali pola pengiriman hewan ternak dari Bali ke luar daerah.jika persoalan ini pembiaran kita kuatir penyelundupan hewan ternak dari Bali makin tidak terkontrol,"ujar Kresna Budi.
Pihaknya melakukan sidak di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk tersebut karena ada laporan warga bawa ada indikasi permain. "Ini baru hewan ternak jenis babi Bali, yang kita kuatirkan adalah hewan ternak seperti sapi pun sangat muda diloloskan. Memang kita akui, hewan ternak khususnya babi dan sapi dari Bali memiliki keunggulan serat daging yang cukup berkualitas. Namun yang terpenting adalah petani kita tetap menikmati hasilnya ketimbang dimanfaatkan oleh tengkulak,harap Kresna Budi. (netizens_yasin)


.png)