Iklan

Zainuddin Yasin
Senin 17 2023, April 17, 2023 WIB
Last Updated 2023-04-17T01:39:46Z
BeritaHukrimSiswa Mts Tenggelam

Siswa MTs Tewas Tenggelam, Ditemukan Lebam di anggota Tubuh

Advertisement

 Siswa MTs Tewas Tenggelam,

Ditemukan Lebam di anggota Tubuh





Buleleng_KABAR NETIZEN



seorang siswa MTs I Buleleng,Desa  Patas Kecamatan Gerokgak terpaksa meregang nyawa akibat tenggelam.Siswa bernama Rofi Anwaril Qirom (16) tahun alamat tinggal di Desa Celukan Bawang tenggelam di seputaran Pantai Karantina PLTU Celukan Bawang.Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas  Gerokgak I.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang AKP Putu Edy Sukaryawan, S.H., M.H saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.



Menurutnya peristiwa itu bermula saat korban bersama 4 orang temannya pada Minggu 16 April 2023 sekira pukul 17.30 wita mandi di laut kawasan Karantina Desa Celukan Bawang. Kemudian mereka bersama-sama berenang ketengah laut dengan tujuan ke sebuah sampan yang ada agak ditengah laut.



"Sebelum sampai di sampan korban berteriak minta tolong dan sempat tenggelam, lalu ditolong oleh rekan-rekannya  dengan membawa dan menaikkannya ke atas sampan ditengah lautnyang lebih dekat jaraknya,"jelas AKP Edi Sukaryawan seizin Kapolres Buleleng AKBP I Made Dhanuardana, S.I.K., M.H.Minggu (16/04/2023).



Pada saat diatas sampan korban sudah dalam kondisi lemas, tidak sadarkan diri, mulut keluar busa. Setelah berhasil melepaskan tali sampan korban kemudian dibawa kedarat yang selanjutnya dibantu oleh warga setempat  dibawa ke bidan Desa Celukan Bawang.Namun karena tidak adanya alat bantu maka korban dibawa ke Puskesmas I Gerokgak.



"Setiba di Puskesmas  Gerokgak I korban sudah dinyatakan meninggal dunia,"imbuhnya.

Sementara itu hasil pemeriksaan oleh petugas medis Puskesmas Gerokgak I tidak   ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.

"Hanya didapatkan lebam pada jenazah berwarna merah, kebiruan pada daerah dagu, leher, dada bagian atas, punggung bagian atas.Penyebab pasti kematian korban tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam,"terangnya.



 Sedangkan pihak orang tua korban bernam Nono Budi Mulyono mengaku ikhlas atas peristiwa itu dan menolak untuk dilakukan otopsi.

"Orang tua korban menolak diotopsi dan menyebut  kematian korban sebagai musibah.Jenazah korban dibawa  ke kampung halamannya di Banyuwangi-Jatim,"tandas AKP Edi Sukaryawan.(yasin)