Iklan

Zainuddin Yasin
Sabtu 29 2023, April 29, 2023 WIB
Last Updated 2023-05-08T12:11:03Z
Berita

Pengusaha Kresna Budi 'eksportl' Perdana Babi Bali Via Pelabuhan Celukan Bawang, Dikirim Sebanyak 1.000 Ekor Penuhi Permintaan Pasar Singkawang-Kalimantan Barat,

Advertisement

 Pengusaha Kresna Budi 'eksportl' Perdana Babi Bali Via Pelabuhan  Celukan Bawang,




Dikirim Sebanyak 1.000 Ekor Penuhi Permintaan Pasar Singkawang-Kalimantan Barat,






Buleleng_KABAR NETIZEN



Peternak dan pengusaha Babi di Bali patut bergembira setelah ‘eskpor’ perdana Babi dilakukan melalui Pelabuhan Celukan bawang,Sabtu (29/04/2023).Sebanyak 1000  ekor babi dikapalkan menuju Kalimantan Barat (Kalbar) untuk memenuhi permintaan pasar didaerah tersebut.Perspektif cerah ini diharapkan dapat menggenjot peningkatan produksi peternak babi setelah sebelumnya sapi Bali cukup diminati pasar.Sebelumnya pengiriman babi melalui jalur darat sudah sering dilakukan.Bahkan intensitasnya cukup tinggi yakni sebanyak 3 truk atau  ratusan ekor dalam seminggu.

Pengiriman perdana babi tersebut dipantau Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali Ida Gede Komang Kresna Budi langsung di Dermaga Pelabuhan I Pelabuhan Celukan Bawang.Babi-babi dengan rata-rata berbobot berat  100 Kg/ekor tersebut akan di pasok ke daerah Singkawang Kalbar



.”Ini memang pengiriman perdana via pelabuhan laut menuju Sinkgawang-Kalbar.Banyaknya 1.000 ekor lebih dan bulan depan pengiriman akan bertambah sebanyak 2-000 ekor.Ini hasil kerjasama dengan peternak dari seluruh Bali,”kata IGK Kresna Budi. 



Menurutnya,pengiriman perdana via Pelabuhan Celukan Bawang sangat memberikan harapan bagi peternak babi di Bali mengingat cost nya tidak teralalu tinggi.Ia juga menyebut,melalui pengiriman tersebut ia akan membereskan potensi yang menjadi hambatan sehingga kedepan Pelabuhan Celukan Bawang benar-benar berfungsi sebagai pelabuhan ternak selain bongkar muat barang dan kapal pesiar.



“Kita ingin mengoptimalkan Pelabuhan Celukan Bawang untuk meningkatkan kesejahteraan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) jadi sangat epektif jika pelabuhan ini betul-betul di fungsikan, kita segera koordinasi dengan Pelindo, Pemerintah Provinsi Bali. Selain dermaga ada marina untuk pelabuhan Kapal Pesiar tapi supaya tidak mengganggu aktivitas bongkar muat. Secepatnya kita koordinasi dengan pihak BUMN,”imbuh kata Kresna Budi.



Dengan adanya kepastian pasar di luar Bali tersebut,IGK Kresna Budi mengaku akan menjajaki pasar di Sulawesi Utara,NTT dan Indonesia Timur lainnya,mengingat kebutuhan daging Babi didaerah tersebut cukup tinggi.Politisi Partai Golkar asal Kelurahan Liligundi Singaraja ini mengkau akan meggandeng stake holder lain termasuk Tim Ketahanan Pangan Daerah sebagai salah satu upaya penguatan ekonomi pasca ekonomi Bali terpuruk akibat Covid-19.



“Paling tidak kita akan menggenjot kapasitas produksi setelah terbuka pasar babi di luar Bali.Artinya ini akan menjadi model penambahan ekonomi bagi masyaakat Bali diluar pariwisata,”ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar daging babi disejumlah tempat diluar Bali,menurut Kresna Budi,bobot babi yang hendak dikirim sudah mencapai 100 Kg/ekor.Dengan bobot seperti itu harga jual mencapai Rp 4 juta/ekor.Dan itu,katanya memiliki keuntungan yang cukup besar mengingat pengiriman via laut costnya dapat ditekan ke angka paling minimal.

“Pengiriman perdana sebanyak 1.000 ekor  nilainya mencapai harga Rp 4 miliar itu pun belum termasuk biaya tenaga dan angkutan kapal yang mencapai Rp 500 juta.Artinya bisnis babi di Bali dengan target pasar diluar Bali cukup menjanjikan,”tandas Kresna Budi


Lebih lanjut Kresna Budi menuturkan, pengiriman babi dari Bali tersebut sebagai langkah awal dengan 1000 ekor dan dioastikan bulan depan akan dikirim berkisar 2000 ekor sesuia dengan permintaan pangsa paar di Singkawang, Kalbar." Kita berharap peruntukan tol laut yang ada diCelukanbawang ini terus dikembangkan. Di samping itu perputaran ekonomi di areal pelabuhan berjalan dengan lancar," ujar Kresna Budi


Kresna Budi juga memastikan sebentar lagi ada hari Raya Idul Adha dirinya juga akan kembali memanfaatkan via pelabuhan Celukanbawang untuk mengirim sapi dengan jumlah besar di wilayah Jabodetabek  ( Yasin)